Recent Posts

Rabu, 23 Maret 2011

Posted by IT for BETTER Life On 03.47.00 1 komentar

Perbedaan Wi-Fi dan Wi-Max

WiFi Apa itu WiFi? Wi-Fi merupakan kependekan dari "Wireless Fidelity", memiliki pengertian yaitu sekumpulan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks - WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11.” Menurut Wi-Fi Alliance “Salah satu cara untuk mengakses internet, istilah Wi Fi diadaptasi dari istilah HiFi, Wi Fi (Wireless Fidelity) merupakan sebutan untuk setiap teknologi wireless yang termasuk dalam spesifikasi IEEE 802.11. Wi-Fi Alliance adalah badan yang bertanggung jawab dengan istilah itu dan hubungannya dengan standar teknologi lainnya.” Dari hasil googling: Wi-Fi atau Wireless Fidelity memungkinkanpengguna untuk terkoneksi dengan LAN ataupun internet tanpa menggunakan kabel, dengan kata lain nirkabel. Hal ini amat berguna untuk pengguna laptop, PDA, ataupun perangkat nirkabel lainnya. Untuk menikmati teknologinya pengguna harus berada dekat dengan ‘access point’ yang dipanggil ‘hotspot’ yang meliputi suatu daerah. Radiusnya mencapai jarak antara 91.4 meter hingga 121.9 meter, bergantung kepada halangan seperti dinding bangunan, dan sebagainya. Untuk komunikasi jalur lebar, kecepatan transmisi datanya mencapai 11Mbps, bergantung kepada trafik internet dan jauhnya pengguna dari access point. Apa itu Access Point? Peralatan LAN yang menghubungkan peralatan nirkabel dengan jaringan LAN. Contoh kasarnya adalah BTS yang buat ngasih sinyal handphone. Untuk WiFi, contohnya adalah Ethernet. Apa itu Hotspot? Tempat access point berada. What is Roaming ? Teknologi yang memungkinkan peralatan wireless berpindah dari satu Access Point ke Access Point lainnya tanpa memutuskan dahulu sambungan wirelessnya. Contohnya seperti saat kita memakai handphone, pastinya kita tidak perlu menelepon ulang ketika kita ganti BTS. Berapa jauh jangkauannya atau seberapa besar area cakupan LAN nirkabel? Secara teori, radius jangkauannya mencapai 100m di luar ruangan dan 30 meter jika di dalam ruangan. Untuk yang di dalam ruangan tergantung dari banyaknya ruangan, tebalnya tembok dan lainnnya. Tetapi biasanya cukup untuk memayungi satu rumah. Bagaimana cara menggunakan Wi Fi? Biasanya kita menggunakan PDA atau laptop yang sudah ada konektivitas WiFi-nya. Kebanyakan laptop membutuhkan kartu PCI untuk terhubung dengan wireless LAN. Untuk WiFi, kartu jaringan seperti apa yang bisa kita pakai? Ada 3 jenis kartu yang bisa kita pakai, dengan banyak variasi di setiap kartunya: PCMCIA (PC Card) – Ini adalah kartu untuk laptop yang dimasukkan ke dalam slot yang tersedia. Sebelum membeli kartu jenis ini, pastikan kita membeli kartu yang cocok untuk laptop kita. Compact Flash – Merupakan variasi dari PCMCIA, Cuma ukurannya lebih kecil dan digunakan untuk PocketPC. PCI – Kartu jaringan untuk computer desktop ini ada 2 jenis. Pertama, satu kartu komplit yang menyediakan semuanya untuk tersambung langsung ke LAN nirkabel. Yang kedua adalah converter yang memungkinkan kartu PCMCIA berkerja di computer desktop. Tetapi tentu saja keduanya membuntuhkan instalasi ke slot PCI kosong di computer kita. USB – Ini lah cara termudah untuk terhubung ke LAN nirkabel. Cukup colokkan wireless LAN adapter ke lubang USB, dan langsung beres. Apakah Wi Fi sama dengan Bluetooth? Tidak. Walaupun teknologi yang digunakan sama, tetapi protokolnya berbeda, teknologi bluetooth menggunakan protokol IEEE 802.15.1, dan Wi Fi berada di bawah spesifikasi 802.11. Jadi, WiFi dengan Bluetooth tidak saling mempengaruhi ataupun berkompetisi. Kecepatan transfer dan area jangkauan Wi Fi dalam transfer data, lebih cepat dan luas dari sistem Ethernet (802.3), sementara Bluetooth cocok untuk perangkat-perangkat kecil seperti PDA, karena daya jangkau dan transfernya lebih kecil. Apakah data-data saya aman mengalir di hotspot? Selama data yang kita kirim tidak berada dalam jalur yang terenkripsi, maka siapapun masih bisa membaca yang kita terima atau kirim Supaya lebih terjamin, gunakanlah protocol yang ada pelindungnya. Untuk email kita gunakan POP dan SMTP. Kalau ada https, gunakanlah ketimbang memakai http. Jadi aman atau tidaknya dat kita, tergantung dari jalur yang kita pakai. Frekuensi berapa saja yang tersedia untuk 802.11b ? Channel 01 : 2.412 GHz Channel 02 : 2.417 GHz Channel 03 : 2.422 GHz Channel 04 : 2.427 GHz Channel 05 : 2.432 GHz Channel 06 : 2.437 GHz Channel 07 : 2.442 GHz Channel 08 : 2.447 GHz Channel 09 : 2.452 GHz Channel 10 : 2.457 GHz Channel 11 : 2.462 GHz Kalau mau menggunakan lebih dari 1 channel, setidaknya harus ada jeda 5 channel. Apa kegunaannya? Untuk terkoneksi dengan internet tanpa mengunakan kabel. Sebagian besar orang Indonesia masih menggunakan jalur kabel seperti akses Dial-Up contohnya telkomnet instant untuk berinternet. Dengan WiFi kita bisa berinternet ria atau tersambung ke LAN secara nirkabel, asalkan laptop kita terjangkau area WiFi (berada di hotspot) Apasaja kelebihan dan kekurangannya? Kelebihan: Bila dibandingkan dengan dial-up · Akses secepat broadband · Nomor IP yang bisa berubah-ubah seperti akses Dial-Up · Akses bisa di mana saja, asal di daerah hotspot · Murah, cepat dan fleksibel · Memayungi banyak pengguna dalam satu hotspot. Kekurangan: · Untuk menggunakan WiFi kita harus ada di area yang dijangkau oleh WiFi atau istilahnya ‘hotspot’. · Area jangkauan WiFi masih kecil, sinyalnya kurang bisa menembus tembok. · Access Point lebih mudah disusupi virus · Pertukaran data gampang disadap Bagaimana dengan prospek kedepannya? Teknologi nirkabel yang dikenal dengan sebutan populer WiFi (Wireless Fidelity) sekarang menjadi sebuah kenyataan dengan semakin rendahnya skala ekonomi untuk memanufaktur perangkat yang menjadi kebutuhan semua orang ini. Jaringan kerja nirkabel (WLAN) tak lagi mengacu pada penggunaan untuk memindahkan data dari komputer ke server atau dari komputer ke komputer serta mengakses jaringan internet, tetapi meningkat terus sesuai dengan kecepatan yang ditawarkan oleh perangkat ini. Kemampuan teknologi nirkabel sekarang mampu menawarkan kecepatan akses jaringan yang berkemampuan untuk mendukung pengaliran (streaming) video digital ganda. Pastinya WiFi dikembangkan lebih jauh adalah memperluas jangkauan dengan memperbaiki kemampuan perangkat untuk menerima sinyal dan mendorong kemampuan (boosting) untuk melakukan transmisi. Jadi WiFi akan terus dipakai, tetapi fokusnya hanya untuk skala rumahan saja. WiMAX Apa itu WiMAX? WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access) adalah sebuah tanda sertifikasi untuk produk-produk yang lulus tes cocok dan sesuai dengan standar IEEE 802.16. WiMAX merupakan teknologi nirkabel yang menyediakan hubungan jalur lebar dalam jarak jauh.” Apa kegunaannya? WiMAX amat berguna untuk mengakses internet dari mana saja. Pada saat ini ada 3 cara yang popular untuk mengakses internet, yaitu: · Akses Dial-up – Dengan menggunakan modem telepon kita bisa mengakses internet dari rumah kita. Akses ini biasa dipilih jika di daerah kita tidak ada akses broadband atau kita masih merasa mahal untuk berlangganan. · Akses Broadband – Dengan membeli modem khusus dan berlangganan aksesnya kita sudah bisa menikmati akses yang jauh lebih cepat dari Dial-up. Kalau di kantorbiasanya memakai jalur T1 atau T3. · Akses WiFi – Jika ada WiFi router kita bisa mengakses internet secara wireless asalkan kita berada dekat dengan WiFi Router itu. Di tempat umum biasanya kita akan menemukan router itu di tempat seperti restoran, perpustakaan, ataupun kafe. Dengan menggunakan WiMAX kita bisa berinternet ria seperti kita sedang menggunakan ponsel. Di mana saja di setiap sudut kota, kapan saja, asalkan ada sinyal kita bisa berinternet. Coba kita lihat lebih dalam, kita telah mengenal WiFi (Protokol 802.11b), tetapi yang namanya manusia pasti ingin sesuatu yang lebih. Akses lebih luas dan kencang, kapan saja dan di mana saja kita bisa mengaksesnaya. Dan seperti yang kita tahu protocol 802.11n atau WiFi tidak bisa memayungi area yang lebih luas dari 100 meter dan juga bandwidth-nya hanya mencapai 54Mbps. Bagaimana WiFi bisa berguna untuk semua penduduk kota jika kemampuannya hanya segitu. Maka dari itu WiMAX yang ber-bandwitdh hingga 260 Mbps (teorinya) dengan jangkauan puluhan kilometer sangat mampu melayani masyarakat perkotaan. Atau ngga untuk perusahaan yang sangat membutuhkan sebuah koneksi Internet sekelas broadband dan memiliki dana yang cukup untuk itu, namun tidak juga bisa mendapatkan koneksi tersebut hanya karena alasan belum sampainya kabel-kabel penyedia jalur komunikasi ke lokasi perusahaan? Saat ini, media dan sistem koneksi yang paling banyak digunakan untuk menghantarkan koneksi broadband ke lokasi-lokasi pengguna Internet adalah media Cable dan DSL. Memang tidak diragukan lagi kepopuleran kedua media broadband ini begitu meledak, karena dari hari ke hari jumlah penggunanya terus menanjak. Area cakupannya pun tidak henti-hentinya diperluas karena peminatnya yang semakin banyak. Koneksi jenis ini menjadi pilihan banyak orang belakangan ini dikarenakan beberapa faktor, pertama biaya yang relatif lebih murah daripada menggunakan media Leased line, implementasinya lebih mudah hanya perlu sebuah modem router yang bisa dibeli di mana-mana, bandwidth yang dapat bervariasi pada saat-saat tertentu yang tidak bisa ditemukan jika menggunakan Leased line, dan banyak lagi faktor pendukung lainnya. Hal ini membuktikan bahwa semakin banyak orang yang membutuhkan koneksi Internet yang cukup baik atau paling tidak lebih baik dari dial-up sambil tetap menjaga agar koceknya tidak terlalu banyak keluar. Semakin banyak yang membutuhkan berarti infrastruktur untuk memperlebar distribusi Internet ini juga harus terus dibangun. Namun justru di sinilah faktor yang sering menjadi penghambat. Membangun sebuah infrastruktur kabel baru di tengah-tengah kota metropolitan yang padat bukanlah pekerjaan mudah. Prosesnya pasti akan banyak berbenturan dengan masalah dan keterbatasan, seperti misalnya perizinan, keterbatasan tempat, lokasi-lokasi yang tidak memungkinkan, dan banyak lagi. Untuk itu, rasanya perlu sekali adanya sebuah sistem atau teknologi yang dapat mempersingkat dan mengurangi proses dan benturan tersebut. Kebutuhan akan koneksi Internet broadband yang hebat dan murah tersebut sebentar lagi akan kedatangan pemain baru yang diramalkan juga akan membludak dan kiranya cukup mampu mengatasi semua limitasi di atas. Teknologi broadband ini menggunakan media wireless yang lebih fleksibel, lebih mudah implementasinya, dan tentu sangat memungkinkan untuk dapat lebih murah dibandingkan media cable dan DSL. Teknologi wireless broadband ini sering disebut dengan julukan Broadband Wireless Access (BWA). Sebuah teknologi yang mendasari BWA yang akan datang ini adalah sebuah standar bernama WiMAX. Siapa yang tidak mau, ber-Internet murah, mudah, dan nyaman dengan kualitas broadband tanpa harus repot-repot. Anda tinggal memasang PCI card yang kompatibel dengan standar WiMAX, atau tinggal membeli PCMCIA yang telah mendukung komunikasi dengan WiMAX, atau mungkin Kita tinggal membeli antena portabel dengan interface ethernet yang bisa Kita bawa ke mana-mana untuk mendapatkan koneksi Internet dari BTS untuk fixed wireless. Semua itu mungkin-mungkin saja dengan adanya teknologi WiMAX. Namun tampaknya, Kita harus bersabar sebentar karena teknologi ini masih membutuhkan waktu untuk dapat tersedia di sini. Perangkat-perangkat yang kompatibel belum banyak beredar di pasaran dan belum banyak para penyedia jasa yang melirik untuk melebarkan bisnisnya di sini. Kita tunggu saja! Apasaja kelebihan dan kekurangannya? Kelebihan: · Akses secepat broadband · Pembangunan infrastrukturnya jauh lebih cepat dan lebih murah ketimbang akses broadband · Area jangkauannya lebih luas ketimbang WiFi dan akses broadband · WiMAX akan menjadi pelengkap sekaligus sebagai penantang baru terutama terhadap teknologi wireless sekarang · Terget pasar baru bagi perusahaan yang menggeluti bidang nirkabel · Para produsen mikrolektronik akan mendapatkan lahan baru untuk dikerjakan · Pengguna akhir akan mendapatkan banyak pilihan dalam berinternet. WiMAX merupakan salah satu teknologi yang dapat memudahkan kita untuk koneksi dengan internet secara mudah dan berkualitas · Memiliki banyak fitur yang selama ini belum ada pada teknologi WiFi dengan standar IEEE 802.11 · Dari segi coverage-nya saja yang mencapai 50 kilometer maksimal, WiMAX sudah memberikan kontribusi yang sangat besar Kekurangan: · Seperti terjadi dengan negara lain di dunia, maka pemerintah Indonesia pun belum menentukan frekuensi WiMAX yang akan digunakan. Kemungkinan besar vendor pertama kali membuat perangkat WiMAX di frekuensi 3,5 GHz. Sedangkan di Indonesia, frekuensi dimaksud juga digunakan untuk komunikasi satelit. Sehingga diperlukan penentuan range frekuensi yang tepat agar menguntungkan baik bagi operator, regulator maupun pengguna. · Harga peralatan infrastruktur yang masih sangat mahal · Teknologinya masih berkembang terus, sehingga bisa salah investasi. · Terlalu banyak jenis perangkat yang tidak saling kompatibel. · Dibutuhkan pengalaman untuk memasang perangkatnya · Kesulitan lain yang akan dihadapi orang Indonesia adalah peraturan yang belum siap untuk mengadaptasi teknologi ini karena kalau produsen peranti WiMax sudah membuat satu card PCMCIA atau berbasis USB dengan menggunakan standar WiMax Nomadic, perantinya akan mudah didapat di mana saja. Bagaimana dengan prospek kedepannya? Sangat cerah, WiMAX akan menjadi sumber koneksi utama masyarakat ke jarinngan kota ataupun internet. Seluruh elemen masyarakat dapat berinternet ria secara murah bahkan gratis. Seperti visinya Telkom “WiMAX membuat seluruh orang Indonesia melek internet.” ^_^ Perbedaan WiFi dan WiMAX: Selain itu: · WiMAX dan WiFI memiliki karakteristik yang berbeda sehingga dalam prakteknya diperlukan design yang tepat diantara keduanya · WiMAX dan WiFi dapat digunakan secara bersama (convergence) sehingga satu dengan lainnya dapat saling melengkapi · Implementasi WiMAX merupakan alternatif teknologi yang sangat prospektif untuk menggelar Broadband Wireless Access Referensi : http://om-anca.blogspot.com/2008/10/pengertian-wi-fi.html http://anjezz.ucoz.com/news/2009-03-26-9 http://luluk-junarko.blogspot.com/2009/01/pengertian-wimax-wimax-merupakan-suatu.html

Minggu, 06 Maret 2011

Posted by IT for BETTER Life On 22.48.00 0 komentar

Perkembangan Teknologi Handphone


Add caption


Perkembangan teknologi saat ini sudah sangatlah maju,hampir kita tidak bisa lepas dari teknologi dalam kehidupan sehari hari.. Sebagai contohnya kita setiap hari tidak bisa lepas dari alat komunikasi berupa hp (handphone)... Rasanya seperti ada yang kurang apabila tidak ada hp di saku kita,,,
Perkembangan Teknologi Seluler pada saat ini berkembang dengan cepat sekali dan juga sudah semakin canggih,Hp yang dulunya diciptakan sebagai alat komunikasi,kini sudah lebih dari sekedar untuk berbicara dengan oramng lain dan untuk mengirim pesan (sms) melainkan sebagai media untuk memperoleh hiburan atau entertaint,sebagai contohnya untuk mendengarkan music,melihat photo,menonton video,mengakses internet bahkan bisa untuk menonoton televisi...
Fitur fitur hp sekarang ini sudah kian lengkap,,karena semakin banyak fitur hp yang kita miliki maka akan di pandang lebih orang lain,karena semakin lengkap fitur hp maka tentunya harganya akan semakin mahal.
Perkembangan ini juga memiliki dampak positif dan negatif,yaitu :
Dampak positif :
- sebagai alat komunikasi
-sebagai media entertaint atau hiburan
-dapat menambah wawasan (dengan browsing internet)  
Dampak negatif :
-Mengurangi sifat sosial manusia karena cenderung lebih suka berhubungan lewat internet daripada bertemu secara langsung (face to face).
-menjadi malas
-boros
-dapat menimbulkan kesenjangan sosial.  
-merusak moral (mendownload atau menonto film blue menjadi lebih mudah) 
Setelah mengetahui dampak dari handphone di harapkan pemakai menjadi lebih bijaksana dalam memakai hp yang mereka miliki.. 

Selasa, 28 Desember 2010

Posted by IT for BETTER Life On 09.37.00 0 komentar

Manfaat T I K dalam Pendidikan


Perkembangan Teknologi Komunikasi dan Informasi/Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), telah memberikan pengaruh terhadap dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Menurut Rosenberg (2001), dengan berkembangnya penggunaan TIK ada 5 (lima) pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu :
(1) dari pelatihan ke penampilan,
(2) dari ruang kelas ke di mana dan kapan saja,
(3) dari kertas ke “on line” atau saluran,
(4) fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja,
(5) dari waktu siklus ke waktu nyata.


Komunikasi sebagai media pendidikan dilakukan dengan menggunakan media-media komunikasi seperti telepon, komputer, internet, e-mail, dana lainnya. Interaksi antara guru dan siswa tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi juga dilakukan dengan menggunakan media-media tersebut. Guru dapat memberikan layanan tanpa harus berhadapan langsung dengan siswa. Demikian pula siswa dapat memperoleh informasi dalam lingkup yang luas dari berbagai sumber melalui cyber space atau ruang maya dengan menggunakan komputer atau internet. Hal yang paling mutakhir adalah berkembangnya apa yang disebut “cyber teaching” atau pengajaran maya, yaitu proses pengajaran yang dilakukan dengan menggunakan internet. Istilah lain yang makin populer saat ini ialah e-learning yaitu satu model pembelajaran dengan menggunakan media teknologi komunikasi dan informasi khususnya internet. Menurut Rosenberg (2001; 28), e-learning merupakan satu penggunaan teknologi internet dalam penyampaian pembelajaran dalam jangkauan luas yang berlandaskan 3 (tiga) kriteria yaitu:
(1) e-learning merupakan jaringan dengan kemampuan untuk memperbaharui, menyimpan, mendistribusi dan membagi materi ajar atau informasi,
(2) pengiriman sampai ke pengguna terakhir melalui komputer dengan menggunakan teknologi internet yang standar,
(3) memfokuskan pada pandangan yang paling luas tentang pembelajaran di balik paradigma pembelajaran tradisional. Saat ini e-learning telah berkembang dalam berbagai model pembelajaran yang berbasis TIK seperti: CBT (Computer Based Training), CBI (Computer Based Instruction), Distance Learning, Distance Education, CLE (Cybernetic Learning Environment), Desktop Videoconferencing, ILS (Integrated Learning Syatem), LCC (Learner-Cemterted Classroom), Teleconferencing, WBT (Web-Based Training), dan lain sebagainya. Satu bentuk produk TIK adalah internet yang berkembang pesat di penghujung abad 20 dan di ambang abad 21. Kehadirannya telah memberikan dampak yang cukup besar terhadap kehidupan umat manusia dalam berbagai aspek dan dimensi. Internet merupakan salah satu instrumen dalam era globalisasi yang telah menjadikan dunia ini menjadi transparan dan terhubungkan dengan sangat mudah dan cepat tanpa mengenal batas-batas kewilayahan atau kebangsaan. Melalui internet setiap orang dapat mengakses ke dunia global untuk memperoleh informasi dalam berbagai bidang dan pada gilirannya akan memberikan pengaruh dalam keseluruhan perilakunya. Dalam kurun waktu yang amat cepat beberapa dasawarsa terakhir telah terjadi revolusi internet di berbagai negara serta penggunaannya dalam berbagai bidang kehidupan. Keberadaan internet pada masa kini sudah merupakan satu kebutuhan pokok manusia modern dalam menghadapi berbagai tantangan perkembangan global. Kondisi ini sudah tentu akan memberikan dampak terhadap corak dan pola-pola kehidupan umat manusia secara keseluruhan. TKI telah mengubah wajah pembelajaran yang berbeda dengan proses pembelajaran tradisional yang ditandai dengan interaksi tatap muka antara guru dengan siswa baik di kelas maupun di luar kelas. Di masa-masa mendatang, arus informasi akan makin meningkat melalui jaringan internet yang bersifat global di seluruh dunia dan menuntut siapapun untuk beradaptasi dengan kecenderungan itu kalau tidak mau ketinggalan jaman. Dengan kondisi demikian maka pendidikan khususnya proses pembelajaran cepat atau lambat tidak dapat terlepas dari keberadaan komputer dan internet sebagai alat bantu utama. Majalah Asiaweek terbitan 20-27 Agustus 1999 telah menurunkan tulisan-tulisan dalam tema "Asia in the New Millenium" yang memberikan gambaran berbagai kecenderungan perkembangan yang akan terjadi di Asia dalam berbagai aspek seperti ekonomi, politik, agama, sosial, budaya, kesehatan, pendidikan, dan lainnya, termasuk di dalamnya pengaruh revolusi internet dalam berbagai dimensi kehidupan.

Salah satu tulisan yang berkenaan dengan dunia pendidikan disampaikan oleh Robin Paul Ajjelo dengan judul "Rebooting: The Mind Starts at School". Dalam tulisan tersebut dikemukakan bahwa ruang kelas di era millenium yang akan datang akan jauh berbeda dengan ruang kelas seperti sekarang ini yaitu ; dalam bentuk seperti laboratorium komputer di mana tidak terdapat lagi format anak duduk di bangku dan guru berada di depan kelas. Ruang kelas di masa yang akan datang disebut sebagai "cyber classroom" atau "ruang kelas maya" sebagai tempat anak-anak melakukan aktivitas pembelajaran secara individual maupun kelompok dengan pola belajar yang disebut "interactive learning" atau pembelajaran interaktif melalui komputer dan internet.

Anak-anak berhadapan dengan komputer dan melakukan aktivitas pembelajaran secara interaktif melalui jaringan internet untuk memperoleh materi belajar dari berbagai sumber belajar. Anak akan melakukan kegiatan belajar yang sesuai dengan kondisi kemampuan individualnya sehingga anak yang lambat atau cepat akan memperoleh pelayanan pembelajaran yang sesuai dengan dirinya. Kurikulum dikembangkan sedemikian rupa dalam bentuk yang lebih fleksibel sesuai dengan kondisi lingkungan dan kondisi anak sehingga memberikan peluang untuk terjadinya proses pembelajaran maju berkelanjutan baik dalam dimensi waktu maupun ruang dan materi.

Dalam situasi seperti ini, guru bertindak sebagai fasilitator pembelajaran sesuai dengan peran-peran sebagaimana dikemukakan di atas. Dalam tulisan itu, secara ilustratif disebutkan bahwa di masa-masa mendatang isi tas anak sekolah bukan lagi buku-buku dan alat tulis seperti sekarang ini, akan tetapi berupa:
(1) komputer notebook dengan akses internet tanpa kabel, yang bermuatan materi-materi belajar yang berupa bahan bacaan, materi untuk dilihat atau didengar, dan dilengkapi dengan kamera digital serta perekam suara,
(2) Jam tangan yang dilengkapi dengan data pribadi, uang elektronik, kode sekuriti untuk masuk rumah, kalkulator, dsb.
(3) Videophone bentuk saku dengan perangkat lunak, akses internet, permainan, musik, dan TV,
(4) alat-alat musik,
(5) alat olah raga, dan
(6) bingkisan untuk makan siang.

Hal itu menunjukkan bahwa segala kelengkapan anak sekolah di masa itu nanti berupa perlengkapan yang bernuansa internet sebagai alat bantu belajar. Meskipun teknologi komunikasi dan informasi dalam bentuk komputer dan internet telah terbukti banyak menunjang proses pembelajaran anak secara lebih efektif dan produktif, namun di sisi lain masih banyak kelemahan dan kekurangannya. Kadang-kadang anak-anak lebih bergairah dengan internetnya itu sendiri dibandingkan dengan materi yang dipelajari. Dapat juga terjadi proses pembelajaran yang terlalu bersifat individual sehingga mengurangi pembelajaran yang bersifat sosial.

Dari aspek informasi yang diperoleh, tidak terjamin adanya ketepatan informasi dari internet sehingga sangat berbahaya kalau anak kurang memiliki sikap kritis terhadap informasi yang diperoleh. Bagi anak-anak sekolah dasar penggunaan internet yang kurang proporsional dapat mengabaikan peningkatan kemampuan yang bersifat manual seperti menulis tangan, menggambar, berhitung, dan lainnya. Dalam hubungan ini guru perlu memiliki kemampuan dalam mengelola kegiatan pembelajaran secara proporsional dan demikian pula perlunya kerjasama yang baik dengan orang tua untuk membimbing anak-anak belajar di rumah masing-masing.

Untuk dapat memanfaatkan TIK dalam memperbaiki mutu pembelajaran, ada tiga hal yang harus diwujudkan yaitu (1) siswa dan guru harus memiliki akses kepada teknologi digital dan internet dalam kelas, sekolah, dan lembaga pendidikan guru, (2) harus tersedia materi yang berkualitas, bermakna, dan dukungan kultural bagi siswa dan guru, dan (3) guru harus memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan alat-alat dan sumber-sumber digital untuk membantu siswa agar mencapai standar akademik. Dalam menghadapi tantangan kehidupan modern di abad-21 ini, kreativitas dan kemandirian sangat diperlukan untuk mampu beradaptasi dengan berbagai tuntutan.

Kreativitas sangat diperlukan dalam hidup ini dengan beberapa alasan antara lain: pertama; kreativitas memberikan peluang bagi individu untuk mengaktualisasikan dirinya, kedua; kreativitas memungkinkan orang dapat menemukan berbagai alternatif dalam pemecahan masalah, ketiga; kreativitas dapat memberikan kepuasan hidup, dan keempat; kreativitas memungkinkan manusia meningkatkan kualitas hidupnya.

Dari segi kognitifnya, kreativitas merupakan kemampuan berfikir yang memiliki kelancaran, keluwesan, keaslian, dan perincian. Sedangkan dari segi afektifnya, kreativitas ditandai dengan motivasi yang kuat, rasa ingin tahu, tertarik dengan tugas majemuk, berani menghadapi resiko, tidak mudah putus asa, menghargai keindahan, memiliki rasa humor, selalu ingin mencari pengalaman baru, menghargai diri sendiri dan orang lain, dan sebagainya.

Karya-karya kreatif ditandai dengan orisinalitas, memiliki nilai, dapat ditransformasikan, dan dapat dikondensasikan. Selanjutnya kemandirian sangat diperlukan dalam kehidupan yang penuh tantangan ini, sebab kemandirian merupakan kunci utama bagi individu untuk mampu mengarahkan dirinya ke arah tujuan dalam kehidupannya. Kemandirian didukung dengan kualitas pribadi yang ditandai dengan penguasaan kompetensi tertentu, konsistensi terhadap pendiriannya, kreatif dalam berfikir dan bertindak, mampu mengendalikan dirinya, dan memiliki komitmen yang kuat terhadap berbagai hal. Dengan memperhatikan ciri-ciri kreativitas dan kemandirian tersebut, maka dapat dikatakan bahwa Teknologi

Informasi dan Komunikasi (TIK) memberikan peluang untuk berkembangnya kreativitas dan kemandirian siswa. Pembelajaran dengan dukungan TIK memungkinkan dapat menghasilkan karya-karya baru yang orsinil, memiliki nilai yang tinggi, dan dapat dikembangkan lebih jauh untuk kepentingan yang lebih bermakna. Melalui TIK, siswa akan memperoleh berbagai informasi dalam lingkup yang lebih luas dan mendalam sehingga meningkatkan wawasannya. Hal ini merupakan rangsangan yang kondusif bagi berkembangnya kemandirian anak terutama dalam hal pengembangan kompetensi, kreativitas, kendali diri, konsistensi, dan komitmennya baik terhadap diri sendiri maupun terhadap pihak lain. Semua hal itu tidak akan terjadi dengan sendirinya karena setiap siswa memiliki kondisi yang berbeda antara satu dengan lainnya.

Siswa memerlukan bimbingan baik dari guru maupun dari orang tuanya dalam melakukan proses pembelajaran dengan dukungan TIK. Dalam kaitan ini guru memegang peran yang amat penting dan harus menguasai seluk beluk TIK dan yang lebih penting lagi adalah kemampuan memfasilitasi pembelajaran anak secara efektif. Peran guru sebagai pemberi informasi harus bergeser menjadi manajer pembelajaran dengan sejumlah peran-peran tertentu, karena guru bukan satu-satunya sumber informasi melainkan hanya salah satu sumber informasi.

Dalam bukunya yang berjudul “Reinventing Education”, Louis V. Gerstmer, Jr. dkk (1995), menyatakan bahwa di masa-masa mendatang peran-peran guru mengalami perluasan yaitu guru sebagai: pelatih (coaches), konselor, manajer pembelajaran, partisipan, pemimpin, pembelajar, dan pengarang. Sebagai pelatih (coaches), guru harus memberikan peluang yang sebesar-besarnya bagi siswa untuk mengembangkan cara-cara pembelajarannya sendiri sesuai dengan kondisi masing-masing. Guru hanya memberikan prinsip-prinsip dasarnya saja dan tidak memberikan satu cara yang mutlak.

Hal ini merupakan analogi dalam bidang olah raga, di mana pelatih hanya memberikan petunjuk dasar-dasar permainan, sementara dalam permainan itu sendiri para pemain akan mengembangkan kiat-kiatnya sesuai dengan kemampuan dan kondisi yang ada. Sebagai konselor, guru harus mampu menciptakan satu situasi interaksi belajar-mengajar, di mana siswa melakukan perilaku pembelajaran dalam suasana psikologis yang kondusif dan tidak ada jarak yang kaku dengan guru. Disamping itu, guru diharapkan mampu memahami kondisi setiap siswa dan membantunya ke arah perkembangan optimal. Sebagai manajer pembelajaran, guru memiliki kemandirian dan otonomi yang seluas-luasnya dalam mengelola keseluruhan kegiatan belajar-mengajar dengan mendinamiskan seluruh sumber-sumber penunjang pembelajaran. Sebagai partisipan, guru tidak hanya mengajar akan tetapi juga belajar dari interaksinya dengan siswa.
Hal ini mengandung makna bahwa guru bukanlah satu-satunya sumber belajar bagi anak, akan tetapi ia sebagai fasilitator pembelajaran siswa. Sebagai pemimpin, diharapkan guru mampu menjadi seseorang yang mampu menggerakkan orang lain untuk mewujudkan perilaku menuju tujuan bersama. Disamping sebagai pengajar, guru harus mendapat kesempatan untuk mewujudkan dirinya sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam berbagai kegiatan lain di luar mengajar. Sebagai pembelajar, guru harus secara terus menerus belajar dalam rangka menyegarkan kompetensinya serta meningkatkan kualitas profesionalnya. Sebagai pengarang, guru harus selalu kreatif dan inovatif menghasilkan berbagai karya yang akan digunakan untuk melaksanakan tugas-tugas profesionalnya. Guru yang mandiri yaitu guru yang kreatif yang mampu menghasilkan berbagai karya inovatif dalam bidangnya. Hal itu harus didukung oleh komitmen dan rasa percaya diri yang tinggi sebagai basis kualitas profesionalisme seorang guru

Posted by IT for BETTER Life On 08.31.00 0 komentar

Peran IT

Peran IT semakin penting pada saat ini dikarenakan kita sudah memasuki era informasi (information age). Pada mulanya penulis sendiri tidak percaya bahwa kita sudah memasuki era ini, dimana informasi merupakan komoditi yang sangat penting. Penulis pada mulanya berpendapat bahwa hal ini terlalu dibesar-besarkan dan itu hanya berlangsung di luar negeri saja dimana semuanya serba otomatis. Ternyata beberapa kejadian membuat mata penulis terbuka. Beberapa contoh cerita berikut ini diharapkan dapat membuka mata para pembaca sekalian.


Jika anda pergi ke stasiun kereta api Bandung atau Jakarta dan anda ingin membeli karcis kereta api, maka anda harus antri di loket penjualan karcis kereta api yang sudah computerized. Suatu saat sistem penjualan kereta api ini tidak berfungsi sehingga karcis dijual tanpa nomor tempat duduk. Dapat anda bayangkan yang terjadi di atas kereta api, kekacauan. Masalahnya ada yang sudah pesan tempat sebelumnya dan mendapat nomor tempat duduk, sementara ada yang membeli karcis tanpa nomor tempat duduk (karena komputer rusak). Informasi tentang nomor-nomor tempat duduk ini tidak dapat diakses oleh penjual karcis, sehingga terjadi kekacauan.

Untuk melihat betapa kepemilikan informasi merupakan sebuah hal yang penting dapat juga kita lihat dalam kasus ekonomi dan politik yang sedang berlangsung saat ini. Siapa yang memiliki informasi akan dikejar-kejar terus (baik atau buruk?). Bagi media masa yang mendapatkan informasi terdahulu dan menerbitkannya akan memperoleh keuntungan dari larisnya penjualan surat kabar, majalah atau tabloidnya. Bahkan di jalanan ada orang yang menjual fotocopyan dari berita-berita yang ada di surat kabar, majalah, atau tabloid.

Di lingkungan bisnis, insider information merupakan suatu hal yang sangat berharga yang jika digunakan secara tidak benar dapat menimbulkan masalah. Data-data nasabah di sebuah bank dan data-data lainnya merupakan informasi yang sangat dijaga kerahasiaannya.

Kesemua cerita di atas dan masih banyak cerita lainnya (terutama yang di luar negeri) menunjukkan betapa pentingnya informasi dan sebenarnya kita sudah berada di era informasi. Hal ini perlu kita sadari sehingga pola bisnis yang kita jalankan sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. Jangan sampai kita menjalankan bisnis masih dengan konsep jaman batu yang akhirnya membuat kita ketinggalan.

Kita dapat mengatakan bahwa dengan adanya IT kita memperoleh sesuatu yang lebih efektif untuk menyelesaikan pekerjaan kita. Sebagai contoh seorang mahasiswa yang mendapat tugas membuat karya ilmiah. Sebelum adanya komputer, karya ilmiah harus diketik dengan mesin tik, hal ini kurang praktis karena jika terjadi kesalahan penulisan kata maka seluruh halaman harus dibuang dan diketik ulang. Tetapi dengan kehadiran komputer, karya ilmiah dapat diketik dengan menggunakan software yang telah disediakan (MS Word misalnya), hasil ketikan dapat dilihat terlebih dahulu, sehingga kalau ada kesalahan dapat diperbaiki kemudian barulah dicetak. Dari sini tampak jelas bahwa IT memberikan kemudahan bagi kita.

Tidak hanya itu, jika seorang siswa memerlukan data atau informasi mengenai peristiwa yang paling aktual, ia cukup mengakses internet dan mencari topik yang ingin diketahuinya. Di internet segala macam informasi tersedia, mulai dari hal-hal yang paling “gres” hingga hal-hal yang sudah menjadi sejarah, semuanya ada di sana . Dengan demikian kita dapat melakukan penghematan, kita tidak perlu membeli surat kabar setiap hari atau menyalakan televisi untuk menonton berita saja, di mana ada koneksi internet kita dapat mencari berita-berita yang aktual.
Akan tetapi, perkembangan IT juga mempunya dampak negatif, seperti banyaknya situs porno tersebar di dunia 'maya', tentunya akan mempengaruhi anak2 dan remaja di negara kita. Ternyata perkembangan teknologi ada dampak negatif nya juga yah.